Monday, June 21, 2004

Di Balik Peningkatan Kapasitas Email Yahoo

Merry Magdalena untuk Sinar Harapan

Pemilik akun email Yahoo boleh bergembira dengan peningkatan kapasitas mailboxnya. Jangan salah, ada jebakan tersembunyi di balik iming-iming semua email “impor” tersebut.
Pekan silam, para pemiliki alamat email di Yahoo bersorai gembira. Pasalnya mereka tak perlu lagi sibuk menghapus pesan-pesan dalam inbox ketika sudah mendapat peringatan bahwa inbox mereka terancam over quota. Kini, pemilik email di Yahoo bisa sedikit bersantai sebab kapasitas Yahoo yang mulanya hanya 6 MegaByte (MB) sudah ditingkatkan menjadi 100MB. Tentu saja ini gratis, tanpa dipungut biaya sedikit sepeserpun. Biasanya kapasitan inbox tak terbatas atau yang berkapasitas besar hanya bisa didapat dari email berbayar.

Boros Bandwidth
Pendongkrakan kapasitas ini bukan dilakukan Yahoo semata, namun juga Google. Web yang lebih popular dengan search engine ini akan membuka layanan Google Groups gratis demi menandingi Yahoo. Bahkan mereka akan memebri layanan email cuma-cuma pula sebesar 1 GygaByte (GB). Nama layanan email itu adalah Gmail. Portal lain yang tak kalah heboh menawarkan layanan gratis adalah milik Microsoft, yakni MSN. Jejaring satu ini juga sudah menyediakan fasilitas lumayan beragam. Mereka punya webmail khusus, Hotmail yang penggunanya tak kalah banyak dengan Yahoo. MSN juga populer sebagai search engine serta mailing list. Bahkan berkat dominasi Microsoft, semua layanan MSN selalu ada berikut dengan browser Internet Explorer (IE).
Yahoo selama ini tercatat sebagai portal dengan pengguna tertinggi di dunia.
Pada April lalu tercatat 39,8 juta pengguna Yahoo, disusul Hotmail (milik Microsoft Inc) dengan 34,6 juta pengguna, demikian Nielsen Net/Ratings. Hotmail hanya menyediakan 2 megabytes penyimpanan gratis kepada pengguna.
Portal berbasis server Amerika Serikat (AS) memang kian berlomba menawarkan layanan gratis. Ada apa gerangan? Sejumlah praktisi teknologi informasi (TI) mencurigai peningkatan kapasitas gratis itu hanya sebagai kiat server luar untuk mendongkrak penggunaan bandwidth.
“Kalau misalnya semua orang berpindah ke alamat email Yahoo, maka alur email kita akan berkisar di server luar negeri. Pengguna mailing list atau milis pun mayoritas memakai Yahoogroups,” ujar Anthony Fajri, Administrator Domain Name System (DNS) Institut Teknologi Bandung (ITB) saat dihubungi SH, awal pekan ini. “Karena mayoritas orang menggunakan email dan groups luar negeri, maka trafik Internet kita akan ramai di server luar.”
Hal ini sama saja kita memberi pemasukan devisa bagi server luar tersebut, dalam hal ini notabene AS. Makin besar kapasitas gratis yang diberikan, makin tergoda orang untuk menggunakan alamat email itu. Akibatnya, pengeklik portal seperti Yahoo, Hotmail atau Gmail terus membengkak jumlahnya. Anthony berpendapat, saat kita membuka alamat email di Yahoo, sama saja dengan melakukan transaksi bandwidth dengan ukuran bervariasi. Itu pula yang terjadi saat kita memakai fasilitas milis seperti Yahoogroups maupun Google Groups.
Solusi untuk menghemat badnwidth sebenarnya adalah dengan memanfaatkan email dari server lokal. Sebagai perbandingan, Anthony memberi gambaran bahwa sekali klik email Yahoo bisa berarti pemakaian bandwidth sebesar 50 KiloByte(KB), sedangkan email lokal hanya 5KB. Ini sama saja artinya dengan melakukan transaksi bandwidth sebesar 5 KB yang jauh lebih murah dibanding bandwidth luar.
Tak bisa dibantah bahwa pengguna alamat email impor seperti Yahoo atau Hotmail jauh lebih besar dibanding email lokal. Sony Arianto Kurniawan, Database Administrator Ciputra Cyber Institute beropini,”Sampai saat ini pengguna email lokal sekitar 30 persen, sedangkan 70 persennya masih memakai email luar. Alasannya, provider lokal sangat sedikit dan kebanyakan kurang reliable.” Jelas saja orang Indonesia lebih suka memakai akun email luar karena selain bisa didapat gratis, layanannya cukup reliable. Reliable yang dimaksud Sony adalah maintenance serta pertanggungjawaban atas fasilitas dan fiturnya sangat bagus.
Peningkatan kapasitas gratis juga akan menguntungkan Yahoo dan Google di bidang iklan. Para pemasang iklan akan kian berminat pada keduanya begitu mereka tahu adanya peningkatan kapasitas itu.

Kurang Reliable
Selain email, fasilitas milis merupakan “incaran empuk” portal luar. Seperti kita tahu, mayoritas pemakai milis memanfaatkan Yahoogroups. Berdasarkan analisa Onno W.Purbo, praktisi IT kondang, tahun 2001 saja di Yahoogroups tercatat jumlah milis asal Indonesia ada sekitar 49.000. Angka itu kemungkinan membengkak dua kali lipat hari ini mengingat perkembangan Internet begitu pesat. Bisa dibayangkan berapa juta bahkan miliar transaksi bandwidth terjadi setiap kali semua anggota milis mengeklik Yahoogroups secara bersamaan. Untuk menyiasatinya, mau tak mau harus diciptakan fasilitas milis dalam negeri. Sebenarnya kita sudah punya provider penyedia milis lokal, yakni Groups.or.id. provider yang dibangun secara kerjasama ini melibatkan sejumlah perusahaan sebagai donatur. Pada halaman depan situsnya, Anda akan menemukan sejumlah penjelasan teknis mengenai cara-cara memanfaatkan layanan ini; mulai dari membuat milis, migrasi dari Yahoo! Groups, setting milis via email, dan sebagainya.

Dilihat dari content-nya, situs ini masih difokuskan bagi para netter yang ingin membuat milis bukan peserta milis. Jumlah milis yang tersedia pun masih sangat terbatas. Ini bisa dimaklumi, mengingat berdirinya situs ini pun masih tergolong baru. Karena itu, kekurangan di sana sini yang masih banyak ditemukan pun agaknya harus dimaklumi. Termasuk di antaranya adalah belum tersedianya manual dalam bahasa Indonesia.
Semangat para pembuat provider ini patut diacungi jempol, namun sayang layanan yang ditawarkan masih kurang memuaskan. Untuk bersaing dengan Yahoogroups misalnya, Groups.or.id masih jauh tertinggal. Provider ini belum memiliki kemampuan menghadirkan homepage khusus bagi suatu milis yang dilengkapi dengan fasilitas upload foto, file, database dan banyak lagi. Metode pengiriman postingan bagi peserta milis pun hanya terbatas pada kiriman ke email yang bersangkutan. “Itulah yang saya sebut sebagai kurang reliable. Servisnya setengah-setengah, sekadar program nasionalisme saja,” komentar Sony.(SH/merry magdalena)











2 comments:

http://mdamt.net said...

"Sejumlah praktisi teknologi informasi (TI) mencurigai peningkatan kapasitas gratis itu hanya sebagai kiat server luar untuk mendongkrak penggunaan bandwidth."

wah kecurigaan yang aneh. ya jelas mereka meningkatkan kapasitas hanya buat kepentingan bisnis untuk pemasukan iklan dan pemasaran lain. biar pelanggan jasa lain masuk ke mereka. penggunaan bandwidth yang meningkat hanya sebagai efek samping saja.

faridpetrucci said...

ah itu cuma akal-akalan n pendapat tanpa dasar yang jelas, pengguna email selagi tidak dirugikan ya gak usar ikutan rame...